MOTORSPORT MOTOGP

Headlines News :
Share

Label 7

SPANYOL

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label PERNAK PERNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERNAK PERNIK. Tampilkan semua postingan

Lompat Jauh Gaya Jongkok (Tuck)

Written By Unknown on Sabtu, 20 Oktober 2012 | 01.58


Lompat jauh merupakan salah satu cabang atletik. mTujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya dengan cara berlari secepatcepatnya kemudian menolak, melayang di udara, dan mendarat.
a. Gaya-gaya dalam lompat jauh
Gaya-gaya dalam lompat jauh sebagai berikut.
1) Gaya jongkok (tuck)
2) Gaya lenting/menggantung (schnapper)
3) Gaya berjalan di udara (walking in the air)
b. Lapangan lompat jauh

Ukuran lapangan lompat jauh:
1) Panjang awalan 30-45 m.
2) Lebar awalan 1,22 m.
3) Panjang bak lompat 9 m.
4) Lebar bak lompat 2,75 m.
5) Jarak bak lompat dengan balok tolakan 1 m.
6) Balok tolakan panjang 2,75 m, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm.

Lari Jarak Pendek

Written By Unknown on Jumat, 19 Oktober 2012 | 23.02



Nomor-nomor lari jarak pendek yaitu: 100 m, 200 m, dan 400 m. Start yang digunakan pada nomor lari jarak pendek adalah start jongkok. Start tersebut terdiri atas start jongkok posisi pendek (bunch start), posisi menengah (medium start), dan posisi panjang (long start). Teknik lari jarak pendek yang akan dibahas pada materi ini yaitu teknik start jongkok (crusched start).

Atletik

Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat penting karena mengandung gerakan-gerakan dasar dari hampir semua cabang olahraga. Kegiatan olahraga atletik bukan saja bermanfaat untuk peningkatan kemampuan jasmani, tetapi juga pembinaan rohani yang mencakup ketinggian mental dan keluhuran budi. Aspek rohani ini mencakup nilainilai yang diperlukan dalam kehidupan manusia seperti kejujuran (sportivitas), disiplin, pantang menyerah, semangat ksatria, saling menghormati, dan percaya pada diri sendiri. Induk organisasi atletik di negara Indonesia dikenal dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang muncul pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Adapun nomor-nomor atletik sebagai berikut.
1. Nomor jalan dan lari
2. Nomor lompat
3. Nomor lempar

Permainan Tenis Meja


Permainan tenis meja baru dikenal di negara kita (Indonesia) kira-kira pada tahun 1930. Pada waktu itu permainan tenis meja hanya dilakukan oleh orang-orang Belanda saja, sebagai pengisi waktu luang atau untuk rekreasi bagi orang-orang Belanda di balai-balai pertemuan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa permainan tenis meja pada waktu itu belum dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kira-kira tahun 1900 permainan tenis meja mulai berkembang dan menyebar ke negara-negara di Eropa Barat, Eropa Tengah, dan Amerika. Sedangkan ke Negara Asia adalah ke Tiongkok dan Jepang. Kemudian timbul gagasan untuk membentuk Federasi Tenis Meja International yang terkenal dengan nama Internationale Table Tennis Federation yang disingkat ITTF. Federasi Tenis Meja di Asia didirikan tahun 1952 dengan nama Table Tennis Federation of Asia. Sedangkan khusus di negara kita (Indonesia) juga didirikan ikatan tenis meja se-Indonesia pada tahun 1958 yang diberi nama PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) yang sebelumnya diberi nama PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).
a. Peralatan dan lapangan (meja)
1) Kayu pemukul (bat)
Kayu pemukul terbuat dari kayu, berat, dan bentuk tidak mempunyai ukuran tertentu. Sedangkan ketentuan yang lain sebagai berikut.
a) Kayu pemukul harus berwarna tua atau pudar, tidak
boleh menyilaukan atau mengkilat.
b) Pemukul yang kedua bidangnya dilapisi oleh karet, lapisan karet dan bintik-bintiknya yang menonjol keluar tidak boleh melebihi 2 mm. Bila dilapisi lagi dengan karet busa (sandwich), tebal seluruhnya tidak boleh lebih dari 4 mm pada masing-masing bidang.
2) Bola
Bola terbuat dari bahan celluloid atau plastic berwarna putih pudar dengan ukuran keliling 11,43 – 12,06 cm dan berat 2,40 – 2,53 gram. Dengan ketentuan, jika bola dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm pada permukaan meja, bola itu akan memantul kembali ke atas setinggi 20 cm dan tidak boleh lebih dari 23 cm.
3) Jaring atau jala (net) dan tiang
Jaring dipasang di tengah-tengah meja hingga membagi lapangan atau meja menjadi dua bagian yang sama besar.
Ukuran jala:
a) Panjang jala dan talinya 182 cm.
b) Tinggi (lebar) jala 15,25 cm.
c) Jarak tiang jala dengan meja masing-masing 15,25 cm.

4) Lapangan atau meja
Meja yang dipergunakan berbentuk persegi empat dengan permukaan rata dan berwarna tua/ pudar dan tidak boleh menyilaukan/ mengkilat.Ukurannya:
a) Panjang meja (garis tepi) = 2,74 m.
b) Lebar meja (garis ujung) = 1,525 m.
c) Tinggi meja = 76 cm.
d) Tebal garis tiap-tiap sisinya = 2 cm.

Softball


Permainan softball pertama kali diciptakan oleh George Hancock dari Amerika Serikat pada tahun 1887, dan dimainkan pertama kalinya di negara bagian Chicago pada tahun 1933. Pada tahun 1906 permainan softball ini mulai dibuatkan peraturan permainan oleh Lewis Robert, tetapi kemudian peraturan permainan ini diperbaiki lagi oleh Mathew pada tahun 1916. Permainan softball mulai dikenal di Asia ketika diadakannya kejuaraan di Manila (Filipina) pada tahun 1968. Di negara Indonesia induk organisasi olahraga baseball ini dikenal dengan PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softball Amateur Seluruh Indonesia).

a. Peralatan dan lapangan permainan
softball
Peralatan permainan softball
sebagai berikut.
1) Bola softball terbuat dari kulit berwarna putih dengan berat 190 gram, berdiameter + 30 cm.
2) Stick untuk memukul terbuat dari kayu sepanjang 40 cm.
3) Glove (sarung tangan besar yang terbuat dari kulit).
4) Pitcher plate yaitu tempat injak pitcher (pelambung bola).
5) Masker, leg protector, dan body protector untuk pelindung tubuh catcher (penangkap bola).
6) Base yaitu tempat hinggap pelari (runner).
7) Uniform dan cap (kostum dan helm) untuk pemukul/runner.






Lapangan permainan softball berbentuk segi empat dengan panjang sisi-sisinya 16,76 m. Jarak dari pelempar (pitcher plate) ke home base adalah 13,07 m. Ukuran tempat pitcher plate adalah 60 × 15 cm. Lapangan permainan dilengkapi dengan 4 base atau home plate. Home plate I, II, dan III terdapat di pojok lapangan. Adapun home plate IV adalah tempat memukul bola. Base berukuran 38 × 38 cm dengan tebal 5 sampai 12,5 cm. Adapun home base IV atau home plate berukuran 43 × 22 cm.


Blogger Themes

MOTORSPORT GP2

LIGA JERMAN

JERMAN

LIGA JERMAN

JERMAN

LIGA BELANDA

BELANDA

LIGA BELANDA

BELANDA

LIGA PRANCIS

PRANCIS
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Copyright © 2012. Galery Olahraga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger

Template CSS3 Created by Bang Devilz Published by TemplateNew