MOTORSPORT MOTOGP

Headlines News :
Share

Label 7

SPANYOL

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label TINJU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TINJU. Tampilkan semua postingan

Persiapan Chris John Sudah 70 Persen

Written By Mr.Itoz on Senin, 08 Oktober 2012 | 05.38


Persiapan pemegang gelar Super Champion kelas bulu Chris John untuk menghadapi penantangnya Chonlatarn Piriyapinyo (Thailand) di Singapura, 9 November 2012, baru mencapai 70 persen.

"Persiapan saya sudah mencapai 70 persenan dan saya masih konsentrasi untuk latihan dengan mitra latih tanding hingga menjelang pertarungan mendatang," kata pemegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri ketika dihubungi dari Semarang, Ahad (7/10).

Sejak awal Oktober ini, petinju dengan julukan The Dragon mulai fokus menjalani latihan dengan tiga mitra tanding, yaitu dua dari Filipina dan satu dari Australia (Brandon).

Suami mantan atlet wushu Jateng Anna Maria Megawati tersebut juga akan menjalani latihan "sparring" dengan mantan musuhnya, Daud Yordan, yang juga sedang mempersiapkan diri mempertahankan gelar melawan petinju Inggris, Choi Tseveenpurev, juga di Singapura, 9 November 2012.

Ketika ditanya strategi apa yang akan diterapkan saat menghadapi petinju Thialand yang memiliki gaya bertarung "counter boxer", petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut mengatakan bahwa dirinya tetap bertarung dengan gayanya sendiri.

"Kebetulan saya dengan dia (Chonlatarn) memiliki gaya bertarung yang sama yaitu 'counter boxer' sehingga saya menerapkan gaya bertarung saya sendiri yaiutu 'counter boxer'," katanya menegaskan.

Bagi Chris John, menghadapi petinju Thailand bukan yang pertama karena sebelum menjadi juara dunia yang bersangkutan juga pernah menghadapi petinju dari Negeri Gajah Putih beberapa kali.

Petinju Thailand yang pernah menjadi lawan Chris John, di antaranya Mahasamut Kiatpakpanung di Kendal, Jateng, 29 Maret 2003, kemudian lawan Ratanachai Sor Vorapin di Semarang, 1 September 2002.

Kemudian melawan Petcharoon Wor Surapol di Bandung, 29 Maret 2002, lawan Kongthawat Sor Kitti di Bandung, 11 Januari 2002, lawan Vichit Chuwatana di Jakarta, 22 Desember 2000, Khongsuriya Sitkanongsak di Jakarta, 5 Mei 2000.

4 Petinju Sulsel Masuk Pelatnas


Empat petinju asal Sulawesi Selatan dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas), untuk persiapan menghadapi SEA Games 2013 dan pra olimpiade 2016.

Direktur Pelatnas PB Pertina John Amanupunyo di Makassar, Ahad (30/9), mengatakan keempat atlet andalan Sulsel tersebut yakni Erico Amanupunyo, Carles, Alex Tatontos (SEA Games), serta Andre yang diproyeksikan tampil di pra-Olimpiade 2016.

Seluruh atlet, kata dia, akan segera bergabung dengan petinju lain asal Kaltim dan Bali yang telah lebih dulu menjalani pelatnas di Kawasan Bogor Jabar.

"Alex Tatontos akan berangkat Senin (1/10), sedangkan Carles dan Andre menyusul keesokan harinya. Adapun Erico akan segera bergabung setelah mendapatkan izin dari tempatnya bekerja," ujarnya.

5 Petinju RE Boxing Sudah di Pelatnas


Lima tinju asal RE Boxing Camp milik Richard Engkeng, sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PP Pertina. “Mereka sudah mengikuti panggilan pemusatan latihan. Dua petinju untuk pelatnas jangka panjang dan tiga untuk pelatnas SEA Games Myanmar tahun 2013,” ujar Husni Ray selaku juru bicara Engkeng, di Jakarta, Senin pagi (8/10). Dalam layar tampak Richard Engkeng bersama Julia Perez dalam acara President`s Cup XXI/2011 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.


5 petinju RE Boxing Camp adalah:
  1.  Jun Engkeng, 17 tahun, juara nasional kelas terbang 49 kg kejurnas youth 2012).
  2. Aldoms Sugoro, 17 tahun, juara nasional kelas terbang 52 kg kejurnas youth 2012).
  3. Beatrix Sugoro, 20 tahun, juara II kelas terbang 51 kg PON XVIII/2012 Riau).
  4. Matius Mandiangan, 22 tahun, juara I kelas ringan PON XVIII/2012 Riau).
  5. Vinky Montolalu, 21 tahun, juara I kelas welter yunior PON XVIII/2012 Riau.
Meski berasal dan juara dari tangan Richard Engkeng Boxing Camp, tetapi kelima petinju bertanding di tiga provinsi. Beatrix Sugoro membawa nama Kalimantan Timur dengan nilai transfer Rp 100 juta, yang pembayarannya terjadi di tengah-tengah berlangsungnya Kongres Pertina Januari 2012 di Jakarta dan dilakukan oleh Wakil Walikota Banjar, Kalimantan Selatan, dua kali (kes dan melalui bank).

Aldoms Sugoro dan Jun Engkeng tinggal di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan membawa nama DKI Jakarta. Aldoms masih tercatat sebagai pelajar SMA Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta Selatan. Jun Engkeng sejak kelas 4 SD dan masih menetap di Desa Maumbi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, sudah menolak sekolah.

Matius Mandingan mantan siswa Sekolah Alkitab dan Vinky Montolalu mantan lulusan SMA di Manado, membawa nama Sulawesi Utara.


Sarung Tinju Emas Di Makasar


Pemilik RE Boxing Camp, Richard Engkeng, siap memberangkatkan seluruh petinjunya untuk mengikuti pertandingan Sarung Tinju Emas di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Pertandingan direncanakan berlangsung  mulai tanggal 6 hingga 10 Desember 2012.
“PON Riau sudah selesai. Sekarang anak-anak tinju dipersiapkan untuk menghadapi Sarung Tinju Emas di Makassar,” kata Richard Engkeng di Jakarta, Minggu (7/10). Engkeng tidak melihat tinju PON karena pada saat yang sama berada di Pantai Firdaus, Kema Satu, Minahasa Utara.

Siapa saja yang akan disertakan, Engkeng mengatakan semua kelas akan diikuti. Kalau panitia menandingkan tinju pria dan tinju wanita, Engkeng tetap siap karena memiliki petinju di semua kelas, kecuali kelas berat putra dan kelas welter yunior wanita.

Panitia STE Makassar sedang menyusun rencana yang matang. Kelas yang dipertandingkan mulai dari kelas terbang ringan 49 kg, kelas terbang 52 kg, kelas bantam 56 kg, kelas ringan 60 kg, kelas welter yunior 64 kg, kelas welter 69 kg, kelas menengah 75 kg, dan kelas berat ringan 81 kg. Kelas berat tidak dipertandingkan, karena kelas ini dianggap tidak menarik ditonton.

Tetapi, soal menarik atau tidak, apakah kelas lain juga menarik untuk ditonton? Belum tentu, mengingat mutu sebuah pertandingan ditentukan oleh penampilan petinju. Tidak semua kelas berat jelek.

Iren Tidak Dipanggil Pelatnas Sea Games




Pelatih Pengprov Pertina DKI Jakarta, Ucok Sitompul tidak habis pikir mengapa Tim Pemanggil Petinju Pelatnas SEA Games Myanmar 2013 tidak mau menerima Iren Sasihiang.

“Apa salah dan dosa Iren sehingga tidak dipanggil? Jangan bunuh karir tinju anak itu. Tolong jelaskan apa alasannya Iren tidak dipanggil. Coba jawab, saya mau tahu,” tantang Ucok Sitompul saat bicara di rumah tinggalnya di Depok, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/10).

Iren Sasihiang adalah petinju asli dari Desa Watutumou, Maumbi, Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Iren lulusan SMA Ragunan tahun 2011, adalah petinju kelas terbang DKI Jakarta. Dalam PON XVIII/Riau 2012 gagal merebut medali emas setelah dalam final kalah melawan Nurmala Deli (Sumatera Utara).

Kekalahan Iren memicu kemarahan seluruh atlet dan ofisial DKI Jakarta. Kursi dan benda lain melayang ke atas ring. Protes dilakukan dan disuruh bayar Rp 5 juta. Setelah uang diletakkan di depan muka Ketua Technical Delegate, Drs Eddy Sibarani, protes langsung ditolak dengan alasan waktu sudah habis.

Petinju yang dipanggil untuk menghadapi SEA Games tahun depan adalah Nurmala Deli dan Warni Halawa (Riau). Ucok Sitompul tidak menyalahkan pemanggilan Nurmala Deli dan Warni Halawa. “Saya curiga ada sentimen apa dengan Iren Sasihiang. Saya berharap Tim Pemanggil itu benar-benar kredibel. Janagn punya hati jorok dan dengki sama Iren Sasihiang. Jangan sampai nanti keputusan mereka merusak citra Pertina dan memperburuk wibawa Ketua Umum PP Pertina Bapak Reza Ali. Kasihan Pak Reza Ali sudah berjanji mau memajukan Pertina,” ujar Ucok Sitompul, yang lebih 35 tahun hidupnya diberikan untuk Pertina.

Ucok Sitompul berkali-kali menyebut nama Ronny Sigarlaki tidak menghormati petinju RE Boxing. Tetapi Ronny berkali-kali memperlihatkan sikap yang sangat peduli dan hormat kepada Richard Engkeng selaku bos RE Boxing Camp.

Daftar Pelatnas SEA Games Tinju


Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) telah melakukan pemanggilan  terhadap 28 atlet tinju untuk menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games XXVII/2013 Myanmar.
Atlet yang panggil merupakan hasil pemantauan dari Kejuaraan Tinju Piala Wakil Presiden I/2012 Jakarta dan Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 Riau. Seluruh atlet sudah harus tiba di Jakarta paling lambat 30 September 2012 dan harus dilengkapi dokumen seperti paspor, perlengkapan olahraga, record book, dan keperluan lain.
Biaya penggantian tiket pesawat akan dilakukan di Jakarta dengan menyerahkan bukti tiket pesawat dan boarding pass serta airport tax.



Daftar petinju putra
Kelas terbang ringan 49 kg: Rahmat Taubat (Sumatera Barat) dan Musa Cahyadi (Jawa Tengah).
Kelas terbang 52 kg: Alberto Alfons (Jawa Barat) dan Julio Bria (Bali).
Kelas bantam 56 kg: Dadan Amanda (Jawa Barat) dan Julius Lumoly (Maluku).
Kelas ringan 60 kg: Matius Mandiangan (Sulawesi Utara) dan Abniel Daniel (Nusa Tenggara Timur).
Kelas welter ringan 64 kg: Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) dan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan).
Kelas welter 69 kg: Kusdiono (Jawa Barat) dan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan).
Kelas menengah 75 kg: Alex Tatontos (Sulawesi Selatan) dan Agus Firmansyah (Kalimantan Barat).
Kelas berat ringan 81 kg: Kristianus Nong Sedo (Kalimantan Timur) dan Willis Riripoy (Jawa Tengah).

Daftar petinju wanita
Kelas terbang ringan 48 kg: Selly Wanimbo (Papua Barat) dan Beatrix Suguro (Kalimantan Selatan).
Kelas terbang 51 kg: Nurmala Deli (Sumatera Utara) dan Warni Halawa (Riau).
Kelas bantam 54 kg: Norbertha Tajum (Papua) dan Maria Ohoiulun (Maluku).
Kelas bulu 57 kg: Imaculata Loda (Nusa Tenggara Timur) dan Lisa Kmuur (Papua).
Kelas ringan 60 kg: Dolince Sanadi (Papua Barat) dan Esther Kalayukin (Maluku).
Kelas welter ringan 64 kg: Odorkasih Pasaribu (Kalimantan Timur) dan Maduma Simbolon (Sumatera Utara).

PENGURUS PUSAT PERTINA




SUSUNAN PENGURUS PUSAT
Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA)
Masa Bakti 2012-2016 

DEWAN KEHORMATAN / PEMBINA

  1. DR. H.Marzuki Alie
  2. E.E.Mangindaan
  3. Letjen TNI. Hotmangaradja Panjaitan
  4. Hary Tanoesoedibjo
  5. Mohammad Jafar Hafsah
  6. Hermanto Dardak
  7. Mahmudin Yasin
  8. Soekarwo
  9. Ir. H. Isran Noor, M.Si
  10. Dr.Oesman Sapta
  11. Muliaman D.Hadad
  12. Mayjen TNI. Soenarko
  13. E.Herman Kharoen



Chris John Hadapi Chonlatarn Piriyapinyo 9 November

Written By Mr.Itoz on Minggu, 07 Oktober 2012 | 03.07


Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA Chris John bakal menghadapi petinju Thailand Chonlatarn Piriyapinyo pada pertarungan perebutan gelar di Singapura, 9 November 2012. Asisten Manajer Herry's Gym, Toni Priatna ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan petinju Thailand tersebut memang belum terkalahkan dalam 44 kali pertarungannya.

Tetapi, kata dia, yang harus diingat adalah siapa-siapa yang pernah menjadi lawannya. "Mungkin dia (Chonlatarn Piriyapinyo) belum pernah bertarung melawan petinju dunia," katanya.

Calon lawan petinju dengan julukan The Dragon, yaitu Chonlatarn Piriyapinyo memiliki rekor bertarung 44 kali menang (27 di antaranya dengan KO), sedangkan Chris John memiliki rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.

Pertarungan terakhir yang dijalani Chonlatarn adalah saat menang dengan TKO ronde keenam (dari 12 ronde yang direncanakan) atas petinju Filipina Richard Olisa di Thailand, 1 Juni 2012.

Sementara itu pertarungan terakhir yang dijalani Chris John adalah saat menang dengan angka mutlak (118-109, 117-110, dan 118-109) atas petinju Jepang Shoji Kimora di Singapura, 5 Mei 2012 Ketika ditanya soal persiapan Chris John untuk menghadapi petinju Thailand tersebut, dia mengatakan, mulai sekarang ini yang bersangkutan pindah latihan dari Australia ke Jakarta.

"Hari ini atau Senin, Chris John sudah mulai berlatih di Jakarta di bawah asuhan pelatih Craig Christian. Latihan di Jakarta ini berlangsung sebulan kemudian langsung bertolak ke Singapura," katanya.

Menurut dia, ini berbeda dengan pertarungan-pertarungan sebelumnya. "Kalau dulu berlatih di Australia kemudian sisa beberapa hari latihan di Jakarta langsung ke negara tujuan, tetapi sekarang ini dari Jakarta langsung ke Singapura," katanya.

Memang, lanjut dia, sebelumnya Chris John juga latihan ke Australia kemudian pulang ke Indonesia dan langsung melanjutkan latihan di Jakarta. Pertarungan melawan Chonlatarn Piriyapinyo mendatang merupakan upaya ke-17 kali bagi Chris John untuk mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003. (Ant)

Blogger Themes

MOTORSPORT GP2

LIGA JERMAN

JERMAN

LIGA JERMAN

JERMAN

LIGA BELANDA

BELANDA

LIGA BELANDA

BELANDA

LIGA PRANCIS

PRANCIS
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Copyright © 2012. Galery Olahraga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger

Template CSS3 Created by Bang Devilz Published by TemplateNew